Artikel

Menulis apa yang bisa ditulis

Pinterest LinkedIn Tumblr

Semakin aku bertambah umur, semakin aku merasa hidup ini semakin sepi. Rasa bosanku tak pernah hilang. Begitu juga rasa kesepianku. Walau aku coba untuk kuat dan cari kegiatan positif tetap aja aku merasa bosan dengan apa yang aku lakukan.

Bukan karena aku tidak punya tujuan dan target, hanya saja aku merasa aku benar-benar sunyi. Aku pernah dengar bahwa dengan dekat dengan Allah aku akan tidak kesepian lagi, namun aku heran banget kenapa hari demi hari aku bukan malahnya dekat tapi menjauh.

Pada akhirnya aku semakin tak terkendalikan dan bosan. Menulis adalah sahabat lama. Aku merasa meluangkan semua keluh kesahku dengan menulis. tidak banyak yang aku ketahui soal menulis, karena aku hanya menulis semampuku. Tidak hanya menulis terkadang aku juga punya sahabat lain seperti musik dan gambar. dari ketika bagian itu aku bisa melewati kebosananku. Menulis, Bermain musik, Menggambar, Membaca dan terkadang menonton.

Sebenarnya aku punya target besar ditahun ini, aku harus bisa menyelesaikan thesisku. namun kendalanya adalah aku tak tahu sebenarnya apa yang harus aku teliti untuk bisa berkontribusi pada dunia ini. Aku berfikir tentang banyak hal namun akhirnya aku memilih berita. Berita adalah penelitian sebelumnya yang aku pilih pada penelitian di jenjang sarjana. Tapi ternyata aku tidak benar-benar menyelesaikan penelitian itu dikarenakan ketika setengah perjalanan aku mendapatkan hambatan. Dan hambatan itu tidak ada yang bisa aku curhatkan. Aku sudah coba curhatin ke teman-teman tapi kagak ada yang paham kala itu jadi akhirnya aku tinggalkan karena belum menemukan teman yang sesuai.

Setelah beberapa perjalanan akhirnya aku menemukan hal itu telah dipakai oleh google dan lainnya sebagai produknya. Akupun menarik nafas panjangku.

Baca juga :   Jika Hidup Terasa Not Found

Ya, kebosanan ini aku mencoba menghubungi teman yang aku kira memiliki pehamahan yang sejalan dengaku dan ketika aku sapa ia ternyata belum tidur. Setelah beberapa percakapan dia menanyakan “game termasuk aneh ga?” akupun menjawab “nggak, tapi ane suka dengan game yang skornya nyata. track recordnya itu nyata sedangkan game hanya disitu-situ aja tanpa berdampak ke orang lain”.

ya itulah pendapatku tentang game. Kenapa aku jarang mengisi kebosananku dengan game, karena aku belum menemukan game yang begitu menantang dan tantangannya begitu nyata hingga dapat merubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik.

Kebanyakan game hanya berorientasi pada skill, skor, hasil, team, kejuaraan. Tapi bagiku game yang nyata itu adalah game yang dibuat sedemikian rupa memiliki tantangan langsung ke kehidupan nyata dan berdampak langsung. Aku suka menulis dan tahukah kamu bahwa ini adalah salah satu game favoritku. Skor dan levelnya adalah dari seberapa sulitnya menulis, menceritakan, hingga tulisan ini terbit menjadi best seller dan menginspirasi jutaan orang untuk berbuat baik pada dirinya dan lingkungannya. bagiku itu adalah level tertinggi dalam game ini.

Tidak semua orang menganggap bahwa menulis ini sebuah permainan ataupun game. karena kebanyakan dari mereka malah menganggap ini hanya sebagai seriusan dan akhirnya sedikit orang yang menulis karena ketakukan dan lainnya.
tapi itulah aku, aku lebih suka hal yang bernilai dari pada meluangkan waktu untuk mereka para miliayader pabrik-pabrik game.

Ternyata chatingan itu pun berlanjut. “tapi, enakan game. Ajarin aku nulis boleh? dikantorku nulis dapat uang”. yakkk. itu dia skor dalam game permainan menulis ini. hasil dari skor berbentuk reward yang berupa hal nyata seperti uang.

Baca juga :   Biaya menjadi seorang graphic designer Profesional

Itulah nyatanya dari game ini. Everyone can make money with their words. Semua hal tentu tidak lepas dari tulisan. Dimanapun kamu berada didunia ini. Termasuk petunjuk dari sang Pencipta saja berbentuk tulisan yang begitu lama-lama dan mengandung nilai yang sulit untuk dijelaskan. tapi intinya adalah tidak ada tempat tanpa tulisan.

jadi gimana menurut kamu? game ini serukan. dan akhir dari game ini adalah akhir dari kehidupan pemainnya. Dampak dari tulisan yang dibuat adalah level dari permain tulisan ini. Semakin berdampak lebih besar maka semakin besar level yang sudah kamu mainkan.

Menulislah karena perduli. Bukan karena keterpaksaan. dan chatingan itu berlanjut lagi “yah, gimana tipsnya? beneran ni. yah aku gakbakat juga. bisa cuk? apa yang pertama harus dimulai?” begitulah kira-kira kelanjutannya. lalu akupun membalasnya dengan tulisan yang ringan, “mulailah dari menulis apa yang bisa ditulis”.

Gimana? jelaslah aku gak tahu kamu bisanya sampai level mana. maka dari itu ngalir aja dulu.

ya ini sama seperti aku menggambar dan bermain musik. awalnya aku tidak mengetahui apa yang harus aku lakukan dengan gambar dan musik tersebut. ya, yang harus dicoba itu adalah terus melakukan. terus mencoba dan ngalir aja apa yang bisa dibahas, ditulis dan tentang apapun itu.

Kita gak pernah tahu sampai mana kita bisa melakukannya, sebelum kita melakukannya. Jangan salah mimpi, karena berfikir kita bisa dan merasa kita bisa namun ternyata kita tidaklah bisa apa-apa. itulah yang aku rasakan setelah bertambah umur dan belajar berbagai hal.

Makin bodoh keknya. Makin minder.

terserahlah dengan pikiran. yang penting tulis aja yaaa. Semudah-mudahnya adalah dengan membuka notepad lalu cobalah menulis dan menuangkan ide kedalam kanvas.

Baca juga :   Rahasia Dibalik Koleksi OSINT Tools

Setelah aku cermati dibeberapa orang ternyata mereka yang suka menulis itu identik dengan introvert dan karena mereka lebih senang menyendiri, itu jugalah yang akan menambah semangat baru kepada mereka.

Jika kamu seorang extrovert, ya gak semua extrovert itu suka dengan keramaian tapi mereka lebih senang dengan orang yang mereka senangi sih. Siapa aja bisa menulis. tidak terpacu itu itu intro atau extro. Mana tahu kamu seorang ambivert yang bisa di keduanya.

Setelah menulis sampai sini, aku jadi semakin semangat. aku jadi tahu bagaimana mengembalikan mood kebosananku. Itu adalah dengan menulis hal-hal yang positif untuk diriku sendiri. Menyemangati diri dengan tulisan.

Seru lohhh. curhat dengan tulisan itu, tapi ingat… jangan sampai salah menulis. karena juga terlalu banyak menulis tentang curhatan itu gak bagus. Jadi terlihat seperti menyengeluh terus setiap waktu.

Padahal waktu yang sudah berlalu itu adalah sebuah anugrah yang tidak bisa dikembalikan lagi. Coba deh kamu kembali ke masa lalu, pasti tidak akan mungkin bisa.
ini lah sejarah yang sudah kamu buat. Jadi kamu ingin membuat sejarah apa? sejarah kamu pernah menulis, membaca atau sejarah pernah marah-marah gak jelas.

Syukuri hari ini. Tulisan ini akan berakhir ketika aku sudah mulai bisa mengendalikan semua mood kebosananku menjadi semangat baru. teruslah menulis untuk kebaikan dirimu sendiri. bukan hanya terpaksa untuk menulis penelitian skripsi atau thesis tapi juga menulis cerita dalam sejarah bahwa “aku juga pernah menulis”.

ups. jangan sampai pernah aja yaaa. tapi harus lebih dari pernah. itu adalah bermanfaat bagi orang lain.

sekian dulu deh tulisan ini. Alahamdulillah, akhirnya aku mensyukuri bahwa aku masih bisa menulis malam ini.

Founder & author di AkuNgeblog.com, Seorang penikmat coklat panas.

Tinggalkan Balasan

Pin It