Artikel

Sebaiknya Menjaga Sebelum Terjadi

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bercanda adalah hal yang fitrah yang biasa digunakan manusia untuk melakukan hal yang tidak wajar yang bertujuan untuk sebuah lelulon bagi sipembuat dan penerima.

Dampak dari sebuah bercandaan mungkin bisa dikedua arah antara positif dan negatif. Hal itu pun tergantung dari siapa pembuat, siapa penerima dan konteks bercandaannya.

Kamu pasti sering bercanda dengan teman, keluarga, adik atau kakak. Bercanda bisa jadi tanda kedekatan kita kepada penerima atau objek yang menjadi konteks bercandaan.

Pernah kamu bercanda dengan Guru? atau Dosen yang dianggap mahasiswa itu Killer?

jika kamu sudah sampai pada tahap itu, kamu bisa dikatakan adalah orang yang dekat dengan guru atau dosen tersebut.

Namun beberapa kasus kita tidak bisa melakukan bercandaan terus-terusan dikarekan konteks yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Hal ini seperti bercanda dengan orang yang lebih tua dari pada diri kamu. Orang yang lebih tua memang bisa diajak bercanda, namun pada kenyataannya mereka tetaplah orang yang lebih tua.

Orang yang lebih tua tidak suka dianggap remeh oleh mereka yang lebih muda dari padanya. Wibawanya harus tetap terjaga seperti orang lebih tua pada umumnya.

Jika dikaitkan dengan konteks bercandaan, wibawanya seseorang bisa saja menjadi menurun dan pada akhirnya ia akan menganggap bercandaan tersebut menjadi hal yang serius.

Saya mengangkat judul “Sebaiknya menjaga sebelum terjadi”, adalah pesan dan juga bentuk komunikasi terbuka dalam menjaga konteks bercandaan agar sesuai dengan lingkungan juga umur objek yang dibercandakan.

Beda halnya jika kamu adalah terkenal dengan kata seseorang yang memang suka bercanda dengan siapa saja.

“Pelawak” itu adalah brand dari personal branding orang yang terus-terusan melakan hal-hal yang pada akhirnya mengundang gelak-tawa yang bertujuan sebagai hiburan.

Baca juga :   Download Template Grid Untuk Menggambar

Pelawak adalah seseorang yang menghibur dan jelas penghibur. Beda kaitannya dengan konteks bercanda dengan orang yang lebih tua dan merasa punya wibawa.

Jangan terlalu bercanda dengan orang seperti itu.

Kedekatan dan becanda bisa jadi eratnya hubungan dikeduanya, tapi ada hal-hal yang tidak semua orang suka dengan apa yang kamu lakukan terhadapnya.

Pada tahap ini kamu perlu meminta maaf dan intropeksi diri, lalu berjanji pada diri sendiri agar tidak melakukan hal yang tidak disukainya. Hal itu bukan akan menjadi hiburan baginya malah menjadi hal yang serius bagi hubungan antara penghibur dan mereka yang diharapkan terhibur.

jadi kesimpulannya, saya sedang menjelaskan kepada kamu tentang konsep “aktualisasi diri” dalam konsep yang pernah dibicarakan oleh abraham maslow.

Orang tua itu jelas pada tahapan paling atas. Dia merasa dirinya sudah memakan semua garam dilautan. dan Kamu masih bau kencur jadi jelas konteks bercandaan yang kamu bawakan akan berpengaruh  pada hubungan antara kamu dan dia.

Tidak hanya orang tua, begitu juga mereka yang merasa dirinya yang lebih perpengalaman, mereka yang merasa dirinya boss, mereka yang merasa mereka yang mengontrol kamu. Atau pula mereka yang mendapatkan rasa hormat dari banyak pihak.

Jangan sesekali kamu melawan, seperti jelas menolak bahwa apa yang kamu lakukan itu adalah sebuah tindakan yang benar.

Pada tulisan ini saya belajar dan membedakan beberapa orang dalam hal bercandaan. Hal ini dapat kamu cari lebih jauh tentang pembagian masa dewasa pada psikologi orang dewasa.

orang yang lebih tua itu lebih sensitif. Mereka itu ingin dihormati dan dihargai. Jika kamu tahu cara menghormati dan menghargai mereka kamu bisa jauh lebih dekat dengannya baik itu secara fisik maupun emosional.

Baca juga :   24 Theme Boilerplate Untuk Membuat Template Wordpress

Tapi ingat bahwa tidak semua orang cenderung kaku, keras, namun mereka yang kurang fleksibel akan cenderung lebih mudah sensitif terhadap konteks bercandaan yang dibawakan oleh orang yang lebih muda.

Founder & author di AkuNgeblog.com, Seorang penikmat coklat panas.

Tinggalkan Balasan

Pin It